jump to navigation

Balada Tamu Istimewa Februari 27, 2009

Posted by Abdee in Apa Kata Mereka.
Tags: ,
46 comments

Seorang teman serumah kontrakan yang baru saja pulang dari kampungnya di ujung pulau Jawa tiba-tiba bersih-bersih rumah. Seolah ia tak lelah setelah menempuh perjalanan panjang. Tumpukan koran dirapikan, kamar mandi dikuras dan digosok lantainya, lantai dipel, dan gelas-gelas yang berserakan dicuci bersih. Agak mengherankan tapi saya biarkan.

Sorenya saya baru mendapatkan jawaban, saat melihat seorang perempuan muda yang tampaknya tengah ia taksir hadir di kamarnya. Ya ya, teman saya bersih-bersih rumah karena bakal kedatangan tamu istimewa.

Hampir serupa, saya yakin teman saya yang lain (dan keluarganya) juga tengah bersih-bersih rumah karena bakal hadir banyak tamu istimewa. Wajar, karena sebentar lagi ia bakal dikawinkan dinikahkan dengan perjaka pria pujaan hatinya. Rumah adalah tempat resepsi pernikahan mereka. (lebih…)

Balada Coklat …eh Coklit Februari 18, 2009

Posted by Abdee in Lapan Enam, Laksanakan.
Tags: , , , ,
56 comments
coklat untuk kampanye damai pemilu 2009

coklat untuk kampanye damai pemilu 2009

Menurut Gaia, teman saya sesama anggota Front Blogger Gurem, coklat menjadi media baru yang dipakai parpol peserta pemilu 2009 menjadi alat peraga kampanye. Tak seperti poster, baliho, atau spanduk yang merusak pemandangan dan menjengkelkan, coklat tentu saja menjadi media yang menyenangkan untuk merebut hati pemilih dan menjadi media penyampai pesan yang sangat personal. Harganya juga murah, cuma 4 ribu rupiah.

Jauh sebelum parpol pemilu memikirkan kampanye, jauh sebelum Panitia Pemilu terbentuk, saya dan kawan-kawan sekantor juga sudah merasakan nikmatnya coklat..eh coklit pemilu 2009. Apa itu Coklit? Coklat kecilkah? Bukan sodara blogerwan dan blogerwati. Coklit adalah singkatan dari Cocok dan Teliti, yakni proses pencocokan dan penelitian data pemilih pemilu 2009. Istilahnya birokrat banget ya? (lebih…)

Balada Cinta Sang Angkawijaya Februari 7, 2009

Posted by Abdee in Out Of Topic.
Tags: , , ,
56 comments

“Seberapa besar cintamu padaku,” begitulah pertanyaan yang keluar dari bibir lembut perempuan itu. Ia menatap wajah ksatria belia dihadapannya secara utuh dan penuh mencari jawaban.

Sang Ksatria menatap tajam dengan mata elangnya. Mata elang menghanyutkan yang hanya dimiliki oleh anak Harjuna. Dialah Angkawijaya, sang Wirabattana, anak pahlawan negara. Dialah Angkawijaya, ksatria yang unggul nilainya.

“Sebesar Gunung Mahameru yang agung,” ujar Angkawijaya memberikan jawaban. Ia masih ingat betapa besar Gunung Mahameru yang pernah ia jelajahi untuk mengasah jiwa dan kesaktiannya. Penjelajahan yang membuatnya digelari Jaka Pengalasan, sang pengembara.

“Masih lebih besar cintaku padamu,” ujar perempuan itu. Suaranya tenang dan gerak tubuhnya begitu ringan. Utari, perempuan itu adalah anak dari Matswapati, raja negara Wiratha. “Cintaku padamu sebesar kuku tanganku,” lanjut Utari.

(lebih…)