jump to navigation

Balada Wakil Rakyat Januari 6, 2009

Posted by Abdee in Apa Kata Mereka.
Tags: , , ,
trackback

Wakil kepala sekolah pingin naik pangkat sebagai kepala sekolah. Wakil direktur pingin naik pangkat sebagai direktur. Wakil presiden pingin naik pangkat menjadi presiden. Lalu, apakah para wakil rakyat pingin naik pangkat menjadi rakyat?

Saya kira cenderung tidak, para wakil rakyat itu lebih bahagia sejahtera jika tetap menjadi wakil daripada menjadi rakyat. Keputusan Mahkamah Konstitusi yang menetapkan para wakil rakyat akan ditentukan berdasarkan suara terbanyak telah memberikan kegairahan pada semua calon wakil rakyat. Semua merasa mendapatkan kesempatan yang sama.

Oleh karena itu, karena kiamat pemilu sudah dekat, para calon wakil rakyat berusaha sekuat tenaga untuk menjadi wakil daripada menjadi rakyat. Mereka rame rame pasang wajah sok manis dalam berbagai media kampanye yang terpasang di setiap jengkal tanah nusantara. Dari Sabang sampe Merauke, dari Timor minus Timor Timur sampe Talaud, dan dari sini sampe sana.

Jika ditotal uang yang beredar untuk pembuatan media kampanye para calon wakil rakyat bisa mencapai milyaran atau malah trilyunan rupiah. Teman saya yang muak dengan berbagai atribut kampanye para calon wakil rakyat mengatakan bahwa uang kampanye tersebut mungkin akan lebih berguna jika digunakan sebagai dana sosial dan dibagikan kepada rakyat yang membutuhkan.

Mungkin teman saya benar, tapi mungkin juga salah. Karena bagaimanapun juga, dana kampanye tersebut mengalir pada ratusan ribu atau malah jutaan orang. Mulai dari massa bayaran, pegawai percetakan, pemasang spanduk, penjual bambu, tukang sablon, buruh persewaan tenda, buruh persewaan sound, pemulung, dan masih banyak lagi. Selain itu, Kampanye juga telah membantu penyebaran uang dari  Jakarta ke daerah.

Semuanya karena para wakil rakyat tak ingin naik pangkat menjadi rakyat.

*Paragraf pertama saya tulis ulang dari tulisan Samsudin Berlian, “Pewakil” yang dimuat di rubrik Bahasa, Harian Kompas beberapa waktu lalu.

Postingan Selanjutnya : Balada Virus di Wajah Si Bos

Komentar»

1. LutFi - Januari 6, 2009

iya.. bener sekali mas abdee. kemarin dulu aku pernah wawancara pengusaha kaos gitu. dan yo oloh..untungnya nglebihin gajiku berkali-kali lipat:D. konsumennya ya itu, para wakil rakyat yang bikin kaos kampanye………

@LutFi
semoga pembayarannya lancar ya

2. andryzone - Januari 6, 2009

pertama, thanks bgd dah berkunjung ke blog ku…salam kenal!!!
“Wakil kepala sekolah pingin naik pangkat sebagai kepala sekolah. Wakil direktur pingin naik pangkat sebagai direktur. Wakil presiden pingin naik pangkat menjadi presiden. Lalu, apakah para wakil rakyat pingin naik pangkat menjadi rakyat?”
wahh aku suka bg dengan kalimatnya..apa lagi yg terakhir,,,apakah wakil rakyat pengen naik pangkat menjadi rakyat?? waduuhh dalam bgd ya…wakakaka

@andryzone
kalau kata Basiyo, Dagelan Mataram. “Mendalemm”.

3. wennyaulia - Januari 6, 2009

Jadi ingat kata MenKeu pas acara Economic Challenge senin kemarin. Kira-kira beliau bilang gini. Bagaimanapun juga, masa dekat pemilu seperti sekarang ini, pasti akan terjadi peningkatan konsumsi, seperti untuk kaos, bendera, bahkan sekedar air minum saat orasi. dan ini sebenarnya menguntukan rakyat juga.

Kesimpulannya, saya ndak mau jadi wakil rakyat. Ngabisin duit😆

@wennyaulia
saya juga ndak mau… Saya milih jadi Rakyat aja…lebih tinggi pangkatnya.

4. akuhayu - Januari 7, 2009

betul, saking kepenginnya terkenal, ada hal-hal “parah” yang mereka lakukan, misal:
– menyatukan foto dia dengan foto pemimpin partainya agar dianggap dekat dengan pemimpin itu (dibuat dengan photoshop pas-pas-an)
– menyelipkan gambar dan tulisan “Laskar Pelangi” padahal ga sesuai konsep dan konteks sama sekali
duh..duh.. menggelikan!

@akuhayu
ketoke nak foto pemimpin partai kie wis ketentuan, soale kabeh caleg dr partai bulet kui ngono.

5. kyai slamet - Januari 7, 2009

mari kumuhkan Indonesia dengan Pemilu😀
ada yang lucu tuh… kyai sak jawa timur dipotret terus dibikin bekgrond….
dasar kyai foto model😀

@kyai slamet
pak kyai slamet pasti tidak diajak foto….

6. hedi - Januari 7, 2009

paling bagus ya tentara Akabri, kalo ditanya cita2 pasti umumnya jawaban adalah presiden😀

@hedi
wah belum pernah nanya… tapi, masa sih?

7. yudi - Januari 7, 2009

ternyata jadi wakil lebih menggiurkan yak:mrgreen:

@yudi
iya, gurih dan sedap… kalo jadi

8. ndop - Januari 7, 2009

pertanyaan bagus itu!!!

pelajaran buat para wakil rakyat biyar sadar betapa rakyat itu adalah tingkatan paling tinggi di dalam pemerintahan.. wekekeke…

@ndop
hidup rakyatt

9. Fa - Januari 8, 2009

wakil rakyat adalah satu2nya ‘wakil’ yang sering menyepelekan bosnya, ya to mas?

btw, itu blog satunya bagus juga, makasih sudah memasukkan ‘saya’ dalam pantauan sampeyan😀

@Fa
terima kasih kembali… n kita emang bos yang apes.

10. Winnu Ayi - Januari 8, 2009

sentilan cerdas!!
wakil rakyat naik pangkat jadi rakyat…
beuh… gak bakal dah!

@Winnu Ayi
tp banyak kok yg naik pangkat… alias ndak jd wakil lg

11. phery - Januari 8, 2009

adanya kesempatan yang sama dari tiap caleg untuk tampil sebagai wakil rakyat kayaknya bakal bikin tiap kota penuh dengan foto2 orang2 itu mas. Itung2annya gini, Partai yang ada itu 44, misal tiap partai mewakilkan 5 kandidat di dapil masing-masing, sementara Dapilnya ada 5, itu masih di tingkat Kabupaten, dan tiap caleg itu masang foto-fotonya sebanyak 50 di sepanjang jalan yang ada. Bisa dibayangkan sesaknya suasana jalanan. Itu baru untuk caleg yang di DPRD Kabupaten/Kota. Gimana kalo ditambah dnegan caleg di DPRD Propinsi? Gimana lagi kalo ditambah yang di DPR Pusat? Belum lagi dengan bendera partai itu sendiri. Fiuh. Jogja udah membuktikan betapa sumpeknya suasana sepanjang jalan kota akhir-akhir ini.

@phery
yo diampet dabb… jogja wae gak sumpek kok ndelok wajahmu mbendino:mrgreen:

12. renimaldini - Januari 8, 2009

wakil rakyat naik pangkat jadi rakyat??????
tuing-tuing–tuing (sambil megang kepala…) emang bisa???
wakil rakyat naik pangkatnya ke penjara aja mas abdee… he..he…

@renimaldini
ih, mbak reni sadiss..

13. sanggita - Januari 8, 2009

OOT : Isih kelingan Basiyo to, mas? Tak pikir mandeg nyang generasi bapak ibuku

*ga melu2 ngomentari caleg ah. mubazir

@sanggita
aku punya mp3 basiyo, git.

14. Andi Sugiarto - Januari 9, 2009

Sebetulnya istilah wakil rakyat itu kan terlalu ndakik-ndakik ya pak. kalo di amerika kan istilah nya senator atau congressman atau apa lah.

engga usah bikin slogan yang ndakik2 ya pak..

misal:
abdi negara
pelayan masyarakat

mendingan:
abdi = njenengan pemilik blog ini
inem pelayan seksi
dll. gitu.

@Andi Sugiarto
hwahahaha

15. Khairuddin Syach - Januari 9, 2009

Pegawai kantin saya bermimpi ingin punya kantin sendiri *bagus siy*
*ga koment masalah politik akh…*
Nunggu postingan yang lain ajah🙂

@Khairuddin Syach:mrgreen:

16. grubik - Januari 10, 2009

He2, jadi wakil aja pake rebutan…

@grubik
kalo istilah jawanya… rebutan balung tanpo isi

17. ciwir - Januari 10, 2009

jadi wakil rakyat???
bagaimana ya???
enak juga kayaknya ya…

@ciwir
kayaknya iya mas

18. genthokelir - Januari 11, 2009

hahaha geli juga ya mas kalo mensikapi dan melihat gejolak latah yang timbul mendekati pemilihan wakil rakyat .
jdi punya kaos baru, penanggalan hahaha
lantas sya bingung berapa biaya yang dihabiskan trus pengembalianya gimana nanti yah hahaha

@genthokelir
gak usah bingung2 mas… nanti ndak sampeyan jd kaya caleg

19. nino - Januari 11, 2009

huehe… kalo uda keluar duit banyak, setelah jadi pasti mreka brusaha supaya duitnya balik donk??

@nino
logikanya sih seperti itu..

20. Khairuddin Syach - Januari 11, 2009

Jarang ol sekarang Dee? apa lantaran tak ada PR di kantor?

@Khairuddin Syach
ol tapi invi

21. rayearth2601 - Januari 12, 2009

syukurlah kalo masih ada pemerataan penghasilan……..

22. tukyman - Januari 12, 2009

rasakan bedanya disaat aku cuman mampir 10 menit dan membaca postinganmu, tapi semua itu untuk menamba kebersamaan sesama blogger kawan🙂

@tukyman
amiinnn

23. easy - Januari 13, 2009

senior2ku di smu sekarang ada beberapa yang jadi caleg. hebat mereka.. masih muda2 baru udah jadi caleg

@easy
ya, kesempatan jd caleg sekarang makin terbuka kok.

24. Uchan - Januari 13, 2009

Maknyos juga jargonnya, mau gak naik pangkat jadi rakyat?!?!!

hihihi, wakil aspal sempalan, hoeks

@Uchan
hoeks juga…:mrgreen:

25. latree - Januari 14, 2009

tapi aku eneg mas, lihat spanduk2 yang ngebaki dalan itu…

@latree
podo karo sing dirasakne banyak orang kok mbak.

26. Budiono Darsono - Januari 15, 2009

Jadi untuk apa nyoblos ya kalau hasilnya wakil rakyat yang keblinger. celakanya lagi, gak nyoblos alias golput mau diharamkan. duh, neraka isinya bakal orang asli indonesia yang terkena fatwa haram golput.

@Budiono Darsono
halo bos.. apa kabarr

27. sarahtidaksendiri - Januari 15, 2009

dan kenyataan bahwa rakyat sebagai raja sprti tak lagi menjadi prioritas uatam, semuanya hanya memneitngkan dirinya masing2…
semoga saja bangsa dan ngera ini tidak kian terpuruk…

@sarahtidaksendiri
semoga…. kita tidak menjadi negara yang gagal.

28. antobilang - Januari 15, 2009

Para calon wakil rakyat itu ndak punya cara untuk mengenalkan diri kepada rakyat KECUALI lewat atribut.

@antobilang
harusnya mereka bikin blog…. jauh hari sebelumnya ya.

29. omiyan - Januari 16, 2009

awal keluar duit gede soalnya dah tahu kalo dah duduk keuntungannya bisa 100 kali yang dikeluarin….

@omiyan
masak sih?…. saya masih heran dengan hitung2annya.

30. LutFi - Januari 16, 2009

kemarin aku bikin feature soal caleg pas-pas-an yang maju. dan strateginya. ada yang penjahit bo. dan dia menerapkan sistem kampanye minimalis. ahahaha… seru loh!

@LutFi
mbok tulisanmu dikirim ke imelku.😀

31. chic - Januari 17, 2009

coba kalo ngga digaji, emang ada yang mau?

@chic
namanya kerja rodi mbak.

32. Bangpay - Januari 17, 2009

Sialnya (untuk jujurnya) konon kita mendapat wakil yang mewakili pribadi diri kita… Jangan2 bener semua penduduk endonesya kalo diendapkan otak, moral dan spiritualnya, ya kita cukup terwakili mereka. Bayangin kalo ada 100 maling saja dinegeri ini trus isi otak mereka dikumpulin jadi satu, kan ya memper kalobejatnya gak keetulungan. Trus kalo dikumpulin 100 kyai2an, 100 PNS2an, 100 artis2an, 100… Dan berapa jumlah penduduk kita, mas abdee? Ini yg mati2an kita bantah…

@Bangpay
huahahahaha…..

33. masicang - Januari 18, 2009

PNS = abdi rakyat, yen munggah pangkat dadi rakyat sing arep mangani rakyat sinten?

kalau rakyat bisa naik pangkat lagi nanti jadi wakil rakyat. lah kalau semua pingin jadi wakil yang jadi rakyat siapa?

huehehe. kok aku malah bingung ya?

@masicang
saya sendirian jadi rakyat mau kok…😀

34. Brencia - Januari 18, 2009

saya ndak pernah nyesel ga’ milih pas pemilu kemaren..

untung ga’ milih.. jd saya ndak ada beban moral dengan pilihan saya…

@Brencia
memilih “tidak memilih” memang pilihan terbaik kayaknya.

35. Andhika - Januari 19, 2009

gimana yah rasanya jadi caleg??
apakah ada rasa bangga dalam diri mereka ??

@Andhika
pasti ada mas…. dan yang jelas narsis abis.

36. Khairuddin Syach - Januari 20, 2009

Bahkan sambil ronda kita masiy bisa membuat postingan, walau hanya dua baris..setidaknya bisa melunturkan rasa rindu pada goresan kibor mu Dee

salam hangat walau dimusin penghujan🙂

@Khairuddin Syach
salam hangat juga

37. Nyante Aza Lae - Januari 26, 2009

klo mo jadi wakil rakyat emang enak banget..gak musti psikotest, gak musti tes jasmani, gak musti tes kesehatan…, gak pake DP3, dll…

@Nyante Aza Lae
bayangin kalo wakil rakyat tes jasmani…. suruh lari2 8 menit keliling lapangan.. pasti pada pake joki.

38. marsudiyanto - Januari 27, 2009

Saya Anggota DPR lho…

@marsudiyanto
ngaku ngaku😀

39. dafitawon - Februari 3, 2009

numpang lewat aja ..
btw, desain headernya bagus ..

http://firman.web.id

@dafitawon
terima kasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: