jump to navigation

Balada Motor Orang Miskin Oktober 10, 2008

Posted by Abdee in Lapan Enam, Laksanakan.
Tags: ,
trackback

Rumah itu terlalu sederhana jika disebut rumah. Ruangan berukuran kurang lebih 6 x 3 meter dengan dinding anyaman bambu, dan lantai semen yang sudah berlubang lubang. Rumah itu dihuni seorang ibu dan empat anaknya, sang ayah telah meninggal beberapa tahun silam.

Itulah gambaran salah satu dari 700 rumah yang harus saya datangi dalam rangka tugas negara mengupdate data keluarga miskin. Bersama seorang teman, aku melakukannya sebulan penuh saat puasa ramadhan tahun ini. Tak peduli panas menyengat, mulut kering, kerongkongan haus, dan kaki lemes.

Di setiap rumah, berbagai pertanyaan mulai dari susunan anggota keluarga, kepemilikan jamban, hutang hingga barang rumah tangga selalu meluncur dari mulut saya. Permasalahannya, terkadang batin menjadi bergolak tatkala keluarga miskin yang  saya datangi ternyata memiliki kendaraan bermotor.

Sejak pelatihan petugas pendata memang dijelaskan, bahwa kepemilikan kendaraan bermotor akan menggugurkan status sebagai keluarga miskin. Tak peduli motornya jelek, anaknya banyak, hutangnya dimana mana, rumahnya hampir roboh, atau penghuninya sakit-sakitan, pokoknya asal punya motor tidak bisa disebut keluarga miskin.

Seperti yang saya alami siang itu di rumah bambu itu. Saat sang ibu di rumah sederhana itu mengaku mengkredit sepeda motor tahun 70an karena sang tumpuan keluarga, si anak tertua bekerja sebagai cleaning service di kota Yogya. Padahal setiap habis subuh sudah harus bekerja, tak ada angkutan umum, dan rumah mereka jauh dari jalan raya, begitu alasannya.

Saya terdiam, meski sebenarnya ingin berkata “Maaf bu, orang miskin dilarang punya motor”.

Komentar»

1. pincurantujuah - Oktober 10, 2008

miskin..kata-kata itu adalah sahabat karib Indonesia..semua miskin..yang kaya yangpandai mengambil hati dan mengantongi hak yang bukan miliknya,,,..(artikan saja maksud pandai)..ditunggu kehadirannya di blog saya…

@pincurantujuah
terima kasih sudah mampir kesini…. blognya alamatnya apa?

2. yodama - Oktober 10, 2008

trus akhirnya gmn? ibu tadi dikategorikan “orang miskin” apa tidak niy?

@yodama
sesuai aturan, tetep ndak bisa dikategorikan orang miskin. Artinya: keluarga tersebut tidak bisa masuk daftar penerima kartu asuransi kesehatan, BLT (kalau ada lagi), dan kemungkinan Dana BOS. Konsekuensi tersebut yang membuat saya merasa kasihan.

3. genthokelir - Oktober 11, 2008

wah kapan kerumah saya juga untuk mendata saya hehehehem
trus kenapa nggak bilang ke Ibu tadi dengan keras mas

@genthokelir
lha anda ndak punya sepeda motor tapi punya mobil.
saya ndak tega bilang ke ibunya…. saya hanya bilang ke Pak RTnya.

4. ndop - Oktober 11, 2008

oh ya, itu pernah dibahas di matakuliahku, memang perlu direvisi itu kuisionernya…

@ndop
oh, kuliah juga to mas:mrgreen:
ya, memang seharusnya direvisi.

5. trendy - Oktober 11, 2008

kalo bisa makan tiap hari aja belom bisa dikatain orang miskin!
wkekekekekek!

@trendy
????

6. tengkuputeh - Oktober 11, 2008

ukuran miskin itu gimana?
gak pnya motor, gak pnya emas, gak pnya apa-apa?
masing2 dinas pnya standar bang, kita harus bertindak sesuai juklak aja dan jgn menyesal.

@tengkuputeh
saya manusia bang… punya hati dan perasaan.
pada dasarnya, ada tiga langkah pengukuran yang dilakukan.
a. dari sisi pendapatan (minimal memenuhi 2 dari 4 item)
b. dari sisi kepemilikan dan rumah tempat tinggal (minimal memenuhi 9 dari 15 item)
c. dari sepeda motor
kondisi terburuk, meskipun seseorang hanya punya badan dan gubuk reot, tapi punya sepeda motor butut, maka dia gak bisa disebut miskin.

7. gadis - Oktober 11, 2008

kasian ibu, malang bener

@gadis
iyah, mana waktu itu anak keduanya udah 3 hari sakit demam dan kondisinya memelas.

8. mantan kyai - Oktober 12, 2008

siapa tahu rumahnya jelek tapi duitnya se abreg😀 yang pasti orang miskin dilarang kaya .. nah lo !!!

@mantan kyai
kalo penampilan sih kadang menipu.
Pengemis pinggir jalan yang berbaju compang camping mungkin rumahnya gedong, punya ternak dan sawah, dll.

Tapi kalo kita dah sampe liat kondisi rumah… kayaknya ndak ada yang bakal menipu deh.

9. Ongki - Oktober 12, 2008

yang miskin tambah miskin,, yang kaya tetep kaya.. yang penting bersyukur saja..

@Ongki
amin amin amin

10. cebong ipiet - Oktober 12, 2008

lah ya ituh…masalah standar ituh mas yg susah…musti direvisi
sebagai manusia, sudah pasti ndak sreg dg aturan yg dirasa “tidak adil” meskipun itu aturan kerjaan

@cebong ipiet
yap… begitulah

11. inung gunarba - Oktober 12, 2008

Yesss, mesti direvisi atuh. Meski ngga nyampe ke ‘atas’ palagi ke kuping abu rizal bakrie bos menko kesra, plg ngga aq tetap bersikap he3 biar ati n mata ngga black out. salam!

@inung gunarba
hidup sekali harus bersikap nung….

12. mediana - Oktober 12, 2008

tp tanya dulu mas.. jgn2 bukan motornya? ato kalo nyicil, lancar ga cicilannya? lha yg termasuk miskin itu yg gimana to mas? salam kenal ya..

@mediana
motor inventaris kantor aja dianggap menggugurkan status miskin…

miskin?…. tidak punya motor dan tidak memenuhi 9 dari 15 standar kelayakan hidup. (pendapatan, makan, pakaian, skala luas rumah, jenis lantai, atap, dll).

13. aRuL - Oktober 12, 2008

kuliahnya ndop itu statistik yah😀
btw emang sepertinya perlu pembaharuan prosudural untuk memberikan batasan itu… tapi emang toh pengertian miskin atau tidak kadang tidak tepat, kadang membingungkan, kadang juga kasihan, kadang jgua tegaan…
yaikz..

@aRuL
teganya teganya…

14. Winnu Ayi - Oktober 13, 2008

wah wah… reality in the blog. br tau saya.
orang miskin itu dilarang punya motor. dilematis banget.
orang miskin itu dilarang punya blog gak?

@Winnu Ayi
orang miskin itu dilarang sekolah, dan sakit….. versi LSM.
orang miskin itu dilarang punya motor …. versi BPS.
orang miskin itu dilarang liat liga inggris … versi TV Kabel.
orang miskin itu dilarang punya blog … versi pakar telematika kali..

15. akuhayu - Oktober 13, 2008

kredit motor skrg emang gampang bgt siy, jd pada bisa punya motor, menurutku, yg harus diubah tolok ukur miskinnya, juga konteks kepemilikan motor, kan kasian, kalau sebenarnya makan aja susah, tp tidak terdata sbg org miskin (hanya) karena punya motor, pantesan data di BPS tu ga pernah valid ya?

@akuhayu
jadi, yang mengentaskan kemiskinan bisa dibilang adalah Yamaha, Honda, Suzuki, dkk itu ya.

16. oRiDo™ - Oktober 13, 2008

hmmmm…
semakin sering melihat kemiskinan..
semakin terasa bahwa bgitu banyak orang2 yang lebih susah dari pada kita..
semakin terenyuh hati…

@oRiDo™
sama mass…

17. muhammadjabir - Oktober 13, 2008

Sekarang ne.. punya motor jadi kebutuhan pokok…
So, biar miskin tapi punya motor, itu hal biasa..
Coba jalan2 ke Aceh, orang “miskin” ada yang punya mobil.
Buktinya ada orang yang punya mobil tapi mengantongi kartu jamkesmas.

@muhammadjabir
ya, kalo itu masalah petugas pendata yang gak ngikut aturan pendataan.

18. tukangobatbersahaja - Oktober 13, 2008

saya punya motor berarti saya kaya dong🙂

@tukangobatbersahaja
iya….

19. latree - Oktober 13, 2008

“mengkredit motor tahun 70an”

bisa dibayangkan nilai cicilannya… mustinya ada catatan harga minimal motor yang dimiliki. itu motor si ibu mungkin harganya di bawah sepeda gunung milik tetanggaku…
eh, tapi kalo motor itu atas nama si anak, berarti sang ibu kan bukan yang punya motor? jadi dia tetep boleh didata sebagai orang miskin?

susahnya jadi orang miskin. mau dibilang miskin pun masih pake syarat!

@latree
Cicilannya kalo ndak salah 125 ribu mbak. Selama 10 bulan. Beli kredit dari tetangga.

20. yudhi14 - Oktober 13, 2008

yah kimiskinan boleh melanda setiap manusia
tapi jangan lah sampai miskin iman dan hati

@yudhi14
amiiin…

21. laporan - Oktober 13, 2008

Membaca cerita seperti ini saya merinding.

@laporan
bukan maksud saya lho mas..

22. Johan - Oktober 13, 2008

Repot juga jadi orang miskin. Mestinya Menko kesra itu dipilih dari calon yang memang orang miskin. Supaya lebih ngerti bikin ukuran standard orang miskin. Sepeda motor keluaran tahun 70an itu paling muda umurnya sudah 29 tahun. Bentuknya kayak apa tuh?

@Johan
sepeda motor 70an kalo ditangan kolektor ya keren mas…
tapi kalo ditangan masyarakat biasa ya… kaya gitu lah. Ewer ewer gitu.
Si Pitung julukannya. Pitungpuluhan (jw)=tujuhpuluhan.

23. Bagoes - Oktober 13, 2008

Kok melas men tho bu. Tak doa’in jd menkokesra,biar bs nyairin dana BLT sndiri.

@Bagoes
amiin.

24. Ronggo Tunjung Anggoro - Oktober 13, 2008

eeh eloo brooo bisa aja titip aja ke tetangga.

@Ronggo Tunjung Anggoro
biasanya kalo seseorang yang punya motor mengaku nggak punya motor… tetangga (yang diconfirm) yang menyangkal.

25. novnov - Oktober 14, 2008

duhhh padahal motornya bukan Harley kan…hehehehe.

@novnov
bukan. Tapi Si Pitung.

26. Jiban - Oktober 15, 2008

“Maaf bu, orang miskin dilarang punya motor”.

berdasarkan cerita diatas, hal itu menjadi statement yang aneh…

@Jiban
maksudnya ?????

27. qizinklaziva - Oktober 15, 2008

untuk dapat bantuan, masyarakat kadang memiskinkan moralnya. Walau sudah berkecukupan, tetap mengaku miskin!

@qizinklaziva
ada memang yang seperti itu…. dan bikin jengkel.

28. marsudiyanto - Oktober 15, 2008

Horeee…. Saya tidak miskin…….

@marsudiyanto
yap… pak guru.

29. chic - Oktober 15, 2008

jadi, kalo punya motor itu ga miskin?😯 dasar dari mana itu?

@chic
dari yang mimpin negara ini mbak…

30. septy - Oktober 15, 2008

kasian banget ga siy? udah hidupnya susah, mau minta pernyataan miskin aja susah… hemmm…
mengingatkan kita tuk selalu bersyukur dan lebih peduli pada yang membutuhkan.

@septy
betul sekali, mbak septy.

31. hanggadamai - Oktober 15, 2008

kemudahan membeli motor dan mendaptkan sim mungkin salah satu penyebabnya..

@hanggadamai
iya itu juga masalah. kalo transportasi umum bagus dan murah… orang gak bakal tertarik beli motor.

32. Fa - Oktober 16, 2008

setuju sama Latree..
*sedih klo denger cerita begini*

@Fa
tisu mbak…

33. khay - Oktober 16, 2008

Dee…bilang ajah sama ibu itu, motornya suruh umpetin dulu ke tetangga sebelah atau timbun dulu dibawah jerami, supaya ketika petugas lain rechek, Abdee ndak kesalahan.

Waduh malah ngajarin main curang.

Tp itulah kenyataan. Aparat Pemerintah kerapa melupakan hati nurarni demi menjaga wibawa perarutan perundang-undangan. Dilema memang..

@khay
saya kalo bedakan, tetangganya (kebetulan 3 tetangga dekatnya saya coret krn punya motor) bisa pada protes bang.

34. kangharis - Oktober 16, 2008

miskin dan mendekatlah
lalu beruntung
miskin dan menjauhlah
maka lebih payah yang di dapat

@kangharis
kaya ucapan idul fitrinya achoey.

35. khay - Oktober 21, 2008

34.kangharis
Sungguh saya tak mengerti maksudnya Kang. Bisa jelaskan sedikit sajah pdku…

36. sarahtidaksendiri - Oktober 21, 2008

mo miskin or ky, ttp bersyukur aj, sgl sesuatu pst jd lbh baik🙂

@sarahtidaksendiri
semoga…

37. Myryani - Oktober 21, 2008

org miskin punya motor? kale aja dia cma miskin hati ….
huehue..

38. wennyaulia - Oktober 21, 2008

memang benar,,seringkali kriteria yang dibuat pemerintah kurang pas untuk ditetapkan secara saklek

dan menurut saya, mendata orang miskin sama sekali buakn pekerjaan yang menyenangkan… salut buat mas yang bisa melakukannya🙂

39. bangpay - Oktober 22, 2008

wah harusnya penentuan standar miskinnya lebih diperdalam lagi… maksudnya, sepanjang kepemilikan sepeda motornya adalah untuk kegiatan produktif atau kegiatan penunjang produktif, boleh lah…🙂

–jadi inget mo nyita barang tapi satu2nya harta malah tinggal angkot, ya batal lah disita—

(hua… pola pikiranku kok jadi sok ekonom begini)

40. sapimoto - Oktober 22, 2008

Walah, mosok ada aturan kalau keluarga miskin tidak boleh punya motor? Apalagi tuh motor tahun 70an dan didapat dengan cara kredit.
Mungkin dengan adanya alasan-alasan yang masuk akal, maka akan bisa didapat data jumlah keluarga miskin tanpa harus melihat apakah punya motor atau tidak.
Hanya berbagi opini aja, Boss…

41. agunk agriza - Oktober 22, 2008

jangan ihhh… kasian ibunya….

42. Ndoro Seten - Oktober 24, 2008

lha mosok standarnya motor to?
kalo buat yang ekonominya mapan, motor barangkali sekedar pelengkap kemewahannya…..namun bagi si miskin, motor biasanya yo menjadi tulang punggung untuk menjemput rejeki!

43. kucingkeren - Oktober 24, 2008

sekalian bagiin BLT gak, mas??

44. Ly - Oktober 24, 2008

sayah lom punya MOTOR bisa dapet BLT gak….??? huehuuhe :p

45. opix4shared - Oktober 29, 2008
46. escoret - Oktober 29, 2008

wah,sbtlnya ga gitu seh…..
beli kan ga hrs baru tho..????

aku aja beli yg bekas…..

*maap,oot..*

47. Eljaholic - Oktober 29, 2008

Haha.. orang miskin ga boleh punya motor.. kapan berbuat nakal lagi bro? :p

48. Arnodya - Oktober 29, 2008

miskin itukan tinggall bgaimana kita bersyukur..

49. phery - Oktober 30, 2008

kalo rumahnya besar tapi gak punya motor apalagi mobil bisa dapet bantuan gak mas?

50. ogi - Oktober 31, 2008

wah dadi miris le moco

51. kishandono - Oktober 31, 2008

bukannya seharusnya peraturan itu flexible? kasihan….

@kishandono
peraturan emang harus saklek…. kebijakan yang bisa fleksibell

52. Leah - November 10, 2008

Orang miskin dilarang punya motor… (soalnya bayar cicilannya jg mahal, mending buat makan)
Orang miskin dilarang sakit… (tau sendiri pelayanan kesehatan di negara kita kayak apa)
Duuuh….kasian amat ya orang miskin di negara kita😦

Btw, apa kabar neh pak ? Lagi kangen blogwalking neh… :p

53. suwung - November 11, 2008

nggak punya motor nggak papa yang penting miskin

54. deden™ - November 21, 2008

Saya yakin, ibu itu pasti bapak data sebagai keluarga miskin, walaupun melanggar SOP … salah ya?

55. ryoo - November 21, 2008

itu mah yg meneliti kurang teliti, saya dengernya kasian juga, mas2…jadi gimana toh mas cara menilai orang miskin itu……mas kalo mau meneliti orang miskin itu, coba baca ceritanya MUHAMMAD YUNUS PEMENANG NOBEL PERDAMAIAN DARI BANGLADES….MULAI DARI BUKU, VCD, & lebih gampang di INTERNET…..
ingat mas ibu itu yg mengandung kita 9 bln, melahirkan, menyusui, membesarkan, mendidik kita …..dll
ternyata orang miskin di negara kita tidak boleh memiliki apa2 ya……nasib2 sengsara banget hidup di negeri sendiri
wah kak….kak…kak…..so nasehatin ya saya…..

56. pembawacerita - November 25, 2008

Sekalian aja anda kasih tau si ibu untuk berdoa…

Allahumma inni a’udzubika minal kufri walfaqri
Ya Allah…aku berlindung kpd-Mu dari kekafiran dan kefakiran

Allahumma inni a’udzubikan min adzabil qabri
Ya Allah…aku berlindung kpd-Mu dari adzab kubur

Laa illaaha illa anta
Tiada Tuhan kecuali Engkau

semoga bermanfaat
& tetaplah semangat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: