jump to navigation

Balada Menghormati Ramadhan Agustus 31, 2008

Posted by Abdee in Lapan Enam, Laksanakan.
Tags:
trackback

Empat tahun lalu seorang teman mengeluh tentang keharusan menutup usaha kafe miliknya selama Ramadhan untuk menghormati bulan suci tersebut. Meski tak menjual minuman beralkohol ataupun bir, tapi kafe miliknya harus tutup, demikian penjelasan dari komandan Satpol PP.

Ia mengeluh bukan masalah tidak adanya pendapatan, karna ia sudah berkecukupan. Tapi ia tak tega dengan karyawan yang hanya menerima gaji pokok, dan tak menerima uang transport, bonus, dll selama kafenya tutup di bulan Ramadhan.

Tak kurang akal, setahun kemudian ia akhirnya mengubah nama cafenya dengan merubah label “cafe” menjadi “warung”. Dengan label tersebut, ia tetap bisa membuka usahanya pada malam hari selama Bulan Ramadhan. Bahkan kalau ia mau buka pada pada siang hari pun tak masalah, cuma ndak bakal ada yang datang.

Tapi lain lagi cerita di Kalimantan Selatan, dimana ada daerah yang mengeluarkan peraturan yang mewajibkan semua warung tutup dari imsak hingga pukul 12.00 WIB. Bagi pedagang yang melanggar dikenakan denda, demikian juga bagi pengunjung warung ada sanksinya.

Dari daerah yang sama pula, saya pernah melihat tayangan TV ketika seorang ibu termangu melihat nasi, sayur, dan lauk pauk di warungnya diangkut Satpol PP karena dianggap melanggar peraturan. Jujur saja, langkah pemda tersebut tidak perlu dilakukan.

Jika seseorang berniat puasa, tak peduli ada makanan/minuman di sekitarnya, ia akan tetap berpuasa. Seperti kata ustadz dalam sebuah kultum tarawih tahun lalu, puasa adalah ibadah pribadi, sebagai ujian kepada umat Islam untuk jujur kepada Allah. Saat berpuasa sunnah, saya bisa merasakan indahnya puasa saat orang makan/minum di sekitar saya, tanpa mereka tahu saya sedang berpuasa.

Lalu ketika ada orang tidak berpuasa, apakah warung-warung makan itu yang patut disalahkan.

Komentar»

1. Kyai slamet - Agustus 31, 2008

Lha kalau puasa gak ada godaannya ya gampang! Justru esensi dari puasa adalah menahan hawa nafsu. Biar ada bebek goreng atau selangkangan mekangkang, puasa jalan terus.
Gimana kalau istilah lokalisasi diganti aja dengan persewaan kelamin.😀

@Kyai slamet
Walo ada bebek goreng mekangkang.. tetep puasa kan kyai slamet

2. Fa - Agustus 31, 2008

ya gitu deh mas klo ‘menghormati ramadhan’ diartikan secara harfiah saja😉
btw, puasa ndak? klo puasa ya met puasa yaaa, hihi…

@Fa
Insya Allah, mbak….

3. Hedi - Agustus 31, 2008

ya kebanyakan orang kita masih seneng pada “kulit” bukan “isi”…selamat berpuasa, mas.

4. khai - Agustus 31, 2008

Justru itu yang membuat saya sering batal pwaza. Secara masih nangkring dimeja sisa minuman sahur tadi plus sebatang A mild masih pulak tergolek indah menggoda gw utk menghisapnya..

Dasar Iman setebal daun kelor… ga kuat nahan godaan😀

5. novi - Agustus 31, 2008

met puasa ya…maafin saya kalo ada salah2 kata……

6. ogi - September 1, 2008

masalahe, koe janne poso po ra tho?😀
Pei, aku mbok njaluk kaos slemania ne, mbayar wes

7. Ly - September 1, 2008

waduuuhh…tega nian yaaccchhh….
kalau di deket rumah sayah maah.. ada aja tuh yg buka n’ yang mau puasa² aja, yang gak mau puasa yaacchh silakan…
toh dosa n’ pahala qt yang tanggung sendiri kok…
kalau kata GUSDUR “Gitu aja Kok Repoooot…..” huehuheu :p

8. Leah - September 1, 2008

” Jika seseorang berniat puasa, tak peduli ada makanan/minuman di sekitarnya, ia akan tetap berpuasa”.

Iyaaa…aku setuju ! Kalo mau puasa ya puasa aja, jangan pake nyalahin warung2 yang buka dengan dalih “menghormati ramadhan”. Itu kan bagian dari “ujian” selama menjalankan ibadah puasa. Kenapa sih orang2 yang puasa itu pengennya dihormati aja ? Mbok ya hormati juga mereka2 yang gak puasa, itu kan masalah pilihan pribadi masing2.
Bener2 salah kaprah !!

9. Leah - September 1, 2008

Kelupaan….Met puasa ya pak…mohon maaf lahir bathin🙂

10. trendy - September 1, 2008

tapi sebaiknya tuh warung tutup!
selain menghormati bulan puasa juga menghin dari nafsu orang yang berpuasa untuk membatalkan puasanya!
ceilah!
wekekekekeeek!

11. Andy MSE - September 1, 2008

Yeach… itulah rejeki mas, musim hujan bagus buat penjual payung dan mantel, musim panas bagiannya penjual es, musim puasa ya bagiannya yang jual makanan sore sampe malem, juga bagiane penjual pakaian, dll…
Sepanjang selalu bersabar, rejeki seberapapun tetap barokah…

12. vlisa - September 2, 2008

cuma mau mengucap selamat menjalankan ibadah puasa…aje….

13. akuhayu - September 2, 2008

setuju mas, kadang “mereka” emang agak berlebihan
lagipula,menghormati puasa tidak hanya bisa dilakukan dengan menutup warung makan kan?
^_^

14. wi3nd - September 2, 2008

heeh setuju ju9a,mreka kan mencari nafkah,lagipula indonesia inikan bukan negara teologi,jd seharusnya nda maslah,tinggal bagaimana kita sajah,bagi yg berpuasa tidak berpengaruhkan..?

happy shaum..

15. ndop - September 2, 2008

diganti warung leyeh-leyeh aja, pasti banyak yang datang sekedar nggletak-nggletak nunggu buka.. wekekeke….

16. kucingkeren - September 2, 2008

speechless… kadang2 agama selalu dijadikan tameng utk melakukan tindakan semena2.. benar atao tidaknya hanya Tuhanlah yang tahu…

17. chic - September 3, 2008

yeah betuuuul… orang-orang nya aja yang manja… mau ibadah tapi ga mau ada cobaan denga melihat warung makan.. huh!

18. hanny - September 4, 2008

kalau orang yang tidak berpuasa diminta menghormati orang yang berpuasa, apakah lantas bisa juga dikatakan sebaliknya: hormatilah orang yang tidak berpuasa! hehehehe😀

selamat menjalankan ibadah puasa! *sambil bertanya-tanya menu berbuka hari ini apa, yaaa*

19. wennyaulia - September 4, 2008

bener,,,mustinya yang berpuasa juga menghormati yang tidak berpuasa
kalau semua warung musti tutup, padahal banyak anak kos yang butuh makan…pegimane..kesian juga yak

nice post🙂

20. FaNZ - September 5, 2008

puasa puasa puasa,,,

21. khay - September 8, 2008

Kita menyuruh orang lain menghormati kita-kita yang sedang berpuasa. Menghormati orang yang berpuasa atau menghormati BULAN puasa? Apakah pantas kita ‘minta dihormati’? Apakah BULAN puasa itu minta dihormati juga? Lantas keberadaan warung remang2 itu gimana dunk? Apakah pantas kita memaksakan diri utk menghentikan kegiatan mereka? Entahlah… Inilah tantangan hdp dinegara multi agama. Agak ‘riskan’ memaksakan kehendak thd suatu kelompok ‘cabul’ itu. Wah..kl gitu sebelum men-sweeping mereka kita lihat aja KTP mereka atu2. Kl yang beragama Islam kita gebukin kl dia terbukti melakukan perbuatan mesum. Kl yang non-muslim?
Ah…sudahlah DEE, gw mau berbuka puasa dulu, eeiiit masih 30 menit lagi ding…!

MET BERBUKA PUASA DEE –sorry gw ngelantur-🙂

22. marsudiyanto - September 9, 2008

Itulah lengkapnya Endonesia…
Peraturan tirik2, aneh2 dll.
Mengatasi masalah dengan masalah.
Saya juga masih teringat seorang ibu yang memandang dagangannya diangkut Satpol PP.
Ibarat ada orang nabrak pohon asem dipinggir jalan, lalu pohon asemnya ditebang.
Pembatasan yang diberlakukan terkadang tidak masuk akal. Yang tidak mampu pemerintahnya, tapi masyarakat yg jadi korban. Sementara masyarakat kita gampang diadu domba…

23. escoret - September 10, 2008

aha..aku juga posting ttg puase….kekekke

*pasaran bgt ya*

24. Fa - September 10, 2008

blom ada yg baru nih Mas?
*mampir aja*😀

25. Andy MSE - September 11, 2008

pembaca menunggu apdet terbaru pak pns!

26. phery - September 12, 2008

bener mas. Kamu sebagai PNS mbok sowan ke kantor Satpol PP ngandani nek ojo nakal2 karo tukang warung. Tidak berpuasa bukan berarti melakukan kejahatan.

27. Fa - September 12, 2008

mas Abdee, aku hadiahin award2an mau yah?😉

28. easy - September 12, 2008

salah kaprah tuh..
kalo hanya warung nasih masa’ harus tutup?..
perda yang aneh..

29. latree - September 13, 2008

warung harusnya biar aja buka. bahkan kafe dan apa pun. kenapa untuk mendukung yang mau puasa harus dibikin suasana khusus?
jadi di mana ‘fight’ nya?
emang sih, kita harus menghormati yang berpuasa dengan tidak menyengaja makan di depan mereka. tapi kan tetep aja banyak orang yang ga puasa dan tetep memerlukan keberadaan tempat2 makan itu.
aku rasa dengan dipasang tirai supaya tidak nampak yang lagi pada makan sudah cukup.

lagian, makin banyak godaan sebenernya makin bisa diukur kekuatan kita menahan diri. ya ngga sih?

30. hendra - September 13, 2008

met puasa yah, salam kenal mas.

31. ngodod - September 14, 2008

poso kok dipekso…

32. genthokelir - September 14, 2008

hehe Fenomena menarik yang memang sering terjadi di lingkup sekitar kita tapi mbetul juga kadang sys juga prih melihat satpol PP yang menjalani tugas kadang melepas pri kemanusiaan
Puasa kan urusan kita dengan Tuhan Bukan dengan pedagang dll hehehe
salam jarang mampir sekarang rumah saya dah baru mas ( kambingkelir jadi genthokelir)
Salam dari Gunung kelir tap sukses dan sehat selalu

33. wiedy - September 15, 2008

mas puasa nda?? Met Ibdah puasa ya maaf lahir batin🙂

btw jenengan kantornya dimana to mas???

34. novi - September 16, 2008

puasa kan bukan cuma sekedar nahan lapar or haus…justru hawa nafsu itu lho yg mesti di tahan…..mo ada makanan or minuman enak kalo emang udah niat siy gak bakalan tergiur deh…..

35. indit - September 23, 2008

halo juga, makasih main-main ke blog-ku.
btw, blog-mu lucu, orisinil dan melankolis, hihihi…

36. masDan - September 23, 2008

Sungguh menyenangkan Puasa dengan melihat Berjibun Makan Di Depan kita…Waktu Buka, Tinggal Santap Ajah…

37. bangpay - September 24, 2008
38. laporan - September 25, 2008

Selamat idul fitri bagi yg merayakan idul fitri. Selamat berlibur bagi yg berlibur. Mohon maaf lahir dan batin.

39. Andy MSE - September 25, 2008

Mohon maaf lahir batin

40. genthokelir - September 29, 2008

Dengan Rasa hormat dan kerendahan hati serta penuh harapan untuk memohon maaf atas segala kekhilafan dan kesalahan
tak lupa pula memohon doa

Segenap Keluarga Gunungkelir.com mengucapkan selamat Idul Fitri

41. khay - September 30, 2008

Tak terasa Bulan nan penuh berkah akan segera berlalu, berganti dengan hari kemenangan nan Fitri…

Izinkan aku mengucapkan :
Minal ‘aidin wal faidzin– Mohon Maaf Lahir & Bathin

Teriring doa tulus dalam hati terdalam : Mudah2an tali silaturahmi terus terjaga selamanya— Amiin

42. kucingkeren - Oktober 8, 2008

mungkin penutupan warung2 itu hanya untuk mencegah sesuatu yang buruk, apalagi kalau jelas2 warungnya menjual yg diharamkan. mski semua kembali berpulang pada pelaku puasa, tapi gak ada salahnya kan utk mensupport? Ya memang cara menutup itu yg harus dipikirkan lagi biar ada win win solution… selamat lebaran ya..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: