Balada Pemilu April 7, 2009
Posted by Abdee in Apa Kata Mereka.Tags: pemilu, PNS
trackback
Pemilihan Umum telah Menipu Kita…
Seluruh Rakyat Menyambut Kecewa…
Hak Demokrasi Dikebiri…
Rakyat Kita Belum Merdeka…
Begitulah lirik plesetan dari Lagu Pemilu yang terkenal itu. Saya menyanyikan lagu tersebut ditengah terik matahari, di utara Gedung Purna Budaya (Kini Gedung Koesnadi Hardjasoemantri) dua belas tahun lalu. Saat itu, saya berdiri di tengah demonstrasi Tolak Pemilu ‘97, Pemilu terakhir yang digelar oleh rezim orde baru.
Saat itu, demonstrasi terasa istimewa karena pesertanya yang lumayan banyak, sekitar 50 orang. Karena setelah Kasus 27 Juli 1996, demonstrasi adalah tindakan haram dan beresiko tinggi. Sehingga terkadang hanya diikuti oleh 5-10 orang. Itu saja digelar di dalam kampus, dan diawasi oleh aparat intelejen yang jumlahnya ratusan.
Bukan tanpa alasan saya mengikuti demo tersebut. Pemilu orde baru memang sangat tidak demokratis. Selain keberpihakan aparat pemerintah dan sistem yang digunakan sangat tidak adil. Bagaimana tidak, jumlah anggota MPR yang dipilih melalui Pemilu lebih sedikit daripada yang diangkat oleh Presiden dari utusan daerah, golongan, dan ABRI.
Jadi, dengan penuh keyakinan saya ikuti demo tersebut. Meski dengan resiko ditangkap aparat. Meski dengan resiko diculik dan diintimidasi. Meski dengan resiko dianggap PKI dan dikomuniskan. Seperti lirik lagu “We Shall Overcome”, yang kami nyanyikan. “We are not afraid, we are not afraid. We are not afraid today. Oh, deep in my heart, I do believe. We are not afraid today”
Kini, jaman telah berganti. Dengan segala kekurangannya, Pemilu telah membuka kesempatan kepada semua anak bangsa untuk ambil bagian memperbaiki negara ini. Tak ada lagi intervensi dari Pemerintah. Tak ada lagi sistem yang menguntungkan satu pihak.
Itu pula yang membuat saya memahami apa yang dilakukan oleh Budiman Sujatmiko, Dita Indah Sari, Pius Lustrilanang dan beberapa mantan aktivis lain yang memilih menjadi caleg peserta pemilu. Atau Titok Haryanto, yang memilih menjadi anggota KPU Yogya.
Seperti kata seorang teman yang menjadi aktivis partai. Daripada menyerahkan pada orang yang tidak becus, lebih baik berusaha meraih kesempatan agar negara ini tidak salah urus.
Selamat Berpemilu !

pertamaxx….
pemilu kali ini memang beda dari yang dulu2 kang
pemilu kali ini memang sudah membuka luas pintu partisipasi masyarakat, terbukti dengan jumlah partai yang sangat banyak
tapi kadang saya bertanya, mengapa harus 44 partai?
Whew, salut untuk perjuanganmu dan teman-teman yang lain, Mas. Saya pasti nyontreng besok. Untuk Indonesia yang lebih bermartabat.
Wis lah aku ndak usah nyangkem ning kene.
Saya baca – baca di media bahwa gerakan Golput memang lahir pada zaman ORBA dengan alasan – alasan yang memang cukup relevan pada saat itu. Namun herannya gerakan Golput ternyata masih saja bertahan hingga saat ini.
Wah saya ndak habis pikir, kalau sekarang ini ya untuk alasan apa lagi untuk terus menggolputkan diri. Katanya Golput adalah sebuah pilihan untuk tidak memilih. haaahhh!!! dulu sih boleh – boleh saja mas, tapi sekarang sudah ndak relevan lagi.
Kalau terus – terusan ndak mau ikut berbuat, jangan – jangan mereka yang golput ini adalah orang – orang yang memang berjiwa kerdil, pemalas, ndak mau berjuang, selalu menyalahkan orang lain, ndak mau ikut bertanggung jawab … cape deee hehehe
Ingat, hari ini sudah tanggal 8, besok tibalah hari yang dinantikan untuk kita sebagai rakyat Indonesia ikut serta peduli dan berbuat bagi negeri kita tercinta ini.
Happy nyontreng day…
hmm, kita tidak bisa kritis kalau memilih apatis, jadi mari menyontreng!
Saya peserta pemilu yang baik, yang mengikuti semua tahapan dengan tertib…
pokoknya jangan golput ya mas? *dan jangan nyontreng yg mbayar*
@fa: bayaran tetep diterima, conterengan terserah kita
)
jaman 97 kamu udah demo di jalan mas?? ya allah.. aku SD aja belum lulus! hahaha….(melenceng dari topik. yo ben, hehe)
Jangankan mau nyontreng, Oendangan ajah ga dapet. kacau sekacaunya.. *tahun ini*
KEEP EFFORT FOR SUCCES CAREER & COUNTRY
KEEP EFFORT FOR SUCCES CAREER & COUNTRY,,
Sesama aktivis harus saling mendukung
Jadi teringat masa lalu
Salam salut
saya juga paham kalo mas abdee memutuskan menjadi PNS
Kunjungan Balik…
Yang terpenting buat kita adalah bagaimana memaksimalkan apa yang dapat kita perbuat buat Bangsa dan Negara ini.
Daripada menyerahkan pada orang yang tidak becus, lebih baik berusaha meraih kesempatan agar negara ini tidak salah urus. —> exactly
untungnya gw gak nyontreng kemaren, coz “tergolputkan” alias dengan gak sengaja golput, soalnya gak masuk DPT.. jadi gak punya beban klo ternyata yang naik jdi pemimpin org yg gak bener..
udah 4 kali pemilu, 1kali pilpres, 1 kali pilkadaprov, 1 kali pilkadakab n’ 2 kali pilkades gak menggunakan hak pilih…biar kata dosa ma MUI klo gak milih, gw ngerasa lebih berdosa klo salah pilih..
lam kenal
MSW
*mantu semata wayang
pemilu jaman dulu memang hanya untuk formalitas saja
btw mas jadi “pelayan”?
gak takut “hanyut” tuhh?
Piye blog mu mas dab? wes sido dadi durung?
wingi nyoblos ng tps purwkerto opo ng cdak smarang kae?
)
mas, gimana caranya nentukan pilihan yang bener biar ga salah pilih?
mas abdee sibuk? *kangen*
pemilu tahun ini emnag pemilupaling kacauuuu
Rakyat dari dulu kok selalu nelongso yah.
fyuuuhh…… pemilu yang merepotkan
minggu lalu rakhma tanya tentangmu Fer..ktanya apa loe sibuk ngurusin pemilu? aku jawab, mungkin.
Dia cari kamu fesbuk juga ga ada..
kangen sekali tampaknya dia…
Semangad fer…..*bikin rekap yang bagus yak*
@ Khairuddin Syach
EHM EHM… tolong bagi khay dan abdee
JANGAN seenaknya memasukkan aku dalam obrolan kalian, bisa tidak?
satu,
“kangen sekali tampaknya dia…”
oke, itu samasekali TIDAK BENAR.
aku tidak kangen siapa-siapa. hanya menanyakan, kenapa abdee akhir2 ini ngga nongol. bertanya, dan bukan merindukan. sepertinya ada batasan yang jelas ya antara tanya dan rindu.
dua, boookkk..kalo eke kangen beneran, eke kan bisa bilang sendiri sama dia….
duh duh…. bisa jadi gosip khay. gosiiipppp…
by: rakhma
walah lagune kok bener tenan kang hehehehe kenyataan itu tidak meleset hahaha
selamat bekerja terrus
Balasan untuk komentar #29.
Gosip emang sip Ma.. makin digosok makin sip
Terakhir, maapin yak…
Lagunya terpleset tapi jadi bagus dan sesuai dengan kenyataan. Rakyat yang selalu jadi korban, dengan dalih pemilu, wuih, ga ada bukti nyata.
Abdee, Jogjane mana?
Wohooo, jadi ajang gosip juga di sini. *ngumpet*
Kutunggu update-mu, Mas Pei.
*iya, aku juga bersyukur berproses dan berjodoh di B21. Angkatanmu sampe angkatan Zaki kan angkatan yang paling kusayang, jiahhhh…
saya sepakat bahwa pemilu sekarang memungkinkan orang2 yang benar2 baik bs mansuk ke parlemen dan mencoba berbuat sesuatu yg lebih baik di sana. budiman, dita, dan pius salah satu contohnya. semoga mereka tak berubah!
mas abdee kemana ya??
Setidak2nya kita mencoba memperbaiki dengan segala kekurangan, bukan begitu mas Abde???
tumben belum diapdet, mas??
aku dah bikin kontes sesuai dengan requestmu lho. mari mampir dan liat langsung ke tkp.
kontes TTS
Pemilu penuh PR
apik om…….
hemm….
apa iya pemilu sekarang lebih baik dari pemilu jaman dulu?
yakin?
si mas bisa aja melesetin lagu
)
hati2 lho mas nanti mas yg kepeleset kulit pisang
inilah suatu bentuk demokrasi dinegara kita…
semua golongan bisa mencalonkan diri menjadi caleg…
tanpa syarat2 yg ribet…
tapi kendalanya jadi sangat berat….
rakyat semakin bingung…
tapi apapun bentuknya,kita wajibsalut sama KPU…
nice post
ente apa..???
misti golput ya..????
Mas, penutup tulisane sampean tentang pemilu di atas (bahwa tak ada lagi intervensi pemerintah, bahwa tak lagi menguntungkan salah satu pihak) perlu diralat. Sebagai mantan caleg, saya melihat sendiri, pemilu legislatif 2009 ini banyak sekali kecurangannya. Sejak manipulasi DPT, money politics gila-gilaan, penggelembungan suara dg cara mencuri suara partai, sampai pencurian suara caleg separtai. Dalam taraf tertentu lebih gila ketimbang era Orde Baru…
@jarot
Ya, saya juga maklum mas. Tapi seperti yang telah saya sampaikan. Secara prinsip, sebenarnya sistemnya tidak berpihak pada satu pihak (layaknya jaman orde baru dulu). Hanya saja sistem tidak dijalankan sebagaimana mestinya sehingga terjadi berbagai kekurangan dan kecurangan seperti yang mas sebutkan.
nampaknya masih sibuk juga nih.. bapak yang satu ini..
wah mas, itu lagu aku punya rekamannya
yg nyanyiin ga tahu
kayak mbah surip..
dan saya tetep seperti yang dulu
GOLPUT..!!
kata siapa orang yg golput bersikap apatis??
kata siapa golput ga peduli dg bangsa ini?
ngawur aja tuh…
apa jika kita memilih brati kita telah berbuat ????
ga juga…
semua hanya asumsi
NOTHING !!!!
selamat menunaikan ibadah puasa Fer…
happy ramadhan friend
selamat berpuasa sob
pemilu mang beda sekarang
yaaah namanya juga pemilu Indonesia bos, semoga aja ada perubahan untuk tahun yg akan datang.trims bos.