Balada Pencari Beasiswa Maret 10, 2009
Posted by Abdee in PNS Juga Manusia.Tags: beasiswa, PNS
trackback
“Ke ruanganku”, begitulah pesan singkat yang saya terima dari Pak Susilo, Bos Besar pagi itu. Singkat, tapi telah mampu membuat saya buru-buru meninggalkan komputer yang tengah saya nyalakan. Apakah Hapenya kembali menebarkan virus atau ada masalah lainnya, saya bertanya dalam hati.
Sesampai di ruangan, Pak Susilo tengah duduk berhadapan dengan dua orang (yang tampaknya) mahasiswa dan membawa map kertas. “Tolong cermati dokumen yang mereka bawa. Jika memang bisa saya tanda tangani, kamu bawa lagi kesini.”
Saya keluar ruangan membawa map dokumen berwarna merah dan dua mahasiwa tersebut mengikuti. Sesampai di ruang tamu, saya baca dan cermati lembar lembar berisi formulir pengajuan beasiswa tersebut.
Mahasiswa A: “Kami butuh tanda tangan di form keterangan pendapatan orangtua dan keterangan domisili, pak”.
Saya: “Hmmm, maaf mas. Kami hanya bisa memberikan keterangan domisili. Untuk yang pendapatan orangtua, harusnya ditandatangani pejabat tempat orang tua Anda tinggal, bukan kami”.
Mahasiswa A:”Kan tidak ada keterangan pejabat wilayah mana yang harus tanda tangan pak. Saya kira pihak kampus tidak mempersoalkan”.
Saya:”Coba baca deh, masuk akal tidak… Dengan ini kami selaku pejabat di wilayah Yogyakarta, menerangkan bahwa orangtua Anda yang di Kalimantan berpenghasilan sekian juta. Darimana kami tahu situasi keluarga Anda.”
Mahasiswa B:”Yaa…Tolonglah pak, waktunya mepet.”
Saya:”Maaf mas, kami tidak bisa memberikan keterangan atas sesuatu yang tidak kami ketahui”.
Mahasiswa A:”Kok dipersulit sih pak, kan tinggal tanda tangan saja.”
Saya:”Lho bukan masalah mempersulit, mas. Memberikan keterangan palsu itu ada implikasi hukumnya. Kalau kami tanda tangan, berarti kami melanggar aturan”.
Mahasiswa B:”Tolong dong pak. Melanggar aturan sekali ini saja.”
Saya:”Waduh, maaf mas. Jangan paksa saya berbuat salah”.
Ternyata, dua mahasiswa tadi bukan satu-satunya. Dari belasan mahasiswa yang datang pada hari itu, hanya tiga yang benar dan lengkap secara administrasi. Sedang yang lain memaksa pada kami untuk dibantu. Bahkan ada yang secara halus menawarkan imbalan uang. Mereka memaksa saya dan Si Bos Besar untuk berbuat salah.
Arrghh….Salahkah kami, jika tak mau menuruti keinginan mereka.

mau berbuat benar kok ya disuruh untuk salah demi kepentingan mereka lagi… hadooh..
salut mas, semoga sampeyan tetap berpegang teguh pada prinsip yang seharusnya…
@suryaden
Insya Allah mas..
owh,,kalau cari beasiswa musti begitu jg ya…
pas masih mahasiswa begitu, gimana kalau ntar jadi orang ‘beneran’ yak?
@wennyaulia
kalau liat tampilannya 2 mahasiswa yang pertama datang sih, kayaknya dari keluarga menengah ke atas deh. Wong mereka kontraknya aja di perumahan yg bukan tipe Perumahan RSS.
jadi pe en es memang separuh kaki di surga, separuh kaki di neraka…
@samawabalong
iya, kadang kadang memang ada perang batin bang.
sebenernya kasihan juga itu para mahasiswa. tapi ya… mau bagaimana lagi.
btw, mereka sendiri yang nawarin imbalan. tapi di lain waktu mereka teriak PNS korup. mmm… aneh.
@latree
iya, saya sebenernya juga serba salah mbak. Apalagi kemaren ada jg yg udah punya anak.
“Salahkah kami, jika tak mau menuruti keinginan mereka.”
ya enggak dong mas. itu mahasiswanya aja yang nggak bener. kok ya nggak kasihan sama temen2nya yang tiap hari demo nuntun perbaikan birokrasi. nggak kompak ih mahasiswa…..
@LutFi
birokrasi bersatu tak bisa disalahkan kali ya…
rasah dinehi tandatangane mas! ijeh mahasiswa kok wes koyo ngono. SUk nek tuone koyo koe mesti menyesal (bukti terlampir) kwkwkwkkw.
@phery
asyemm… dengkulmuuu !
hahahaha…jaman sekarang beasiswa butuh surat keterangan ngaku kere…hehehe
salam kenal
@komikb4
bukankah sejak dulu beasiswa mahasiswa dalam negeri selalu dilampiri Surat keterangan pendapatan orangtua.
wah salut mas. itu hanya oknum. masih mahasiswa kok sudah belajar menawarkan imbalan uang. apa hal seperti itu sudah membudaya ya.
@endar
ya, sepertinya kalau udah kepepet kadang orang berusaha memakai jalan tersebut.
nek jadi mahasiswa aja udah kayak gitu, lha gimana besok kalo jadi pns ya???
@ciwir
Hwahahaha…. Iki lucu tenan.
Mahasiswa kan harusnya memiliki kemampuan berpikir alternatif. Bukan malah mentok langsung nyari shortcut. Payah.
Salah satu alternatif solusinya kan simple. Tinggal scan dokumen, kirim via imel siapapun di kalimantan sana yang punya.
Gitu aja kok repot. *misuh-misuh*
@sanggita
hmmm… kenapa saya kmren gak ngajukan solusi ya..
aih, sebagai sesama pejuang beasiswa, aku jadi heran, ada ya yg sampe segitunya, busyet dah? pertahankan sikapmu mas!! aku mendukung!!
@akuhayu
yaa, semoga beasiswa segera kaudapatkan.
bukan… datang dari barat, datang dari timur, birokrasiiii
see? aku memang wartawan demo mahasiswa sejati:D
@LutFi
iso ae kowe..
Untung Bosnya pak Susilo BY, yang pro KPK, kalo bukan ?
@ubadbmarko
Heuhehehe…. Pak Susilo emang joss.
Good Job bro… pertahankan idealime mu u/ anti korupsi
@Ly
Insya Allah saya pertahankan…
baru nyadar, ini udah bukan wp.com lagi…
makan2!!
@wennyaulia
masih…. cuma ada kembarannya.
kadang, sadar atau nggak, masyarakat sendiri yang menciptakan aparatur negara yang korup!
@Ekonikoe AN
Terkadang mas. Tapi kadang aparatur negara juga yang nyari nyari yg bisa dikorupsi.
Ya, begitulah itu mas..
He2, seumur-umur sy kok belom pernah dapet beasiswa ya!
@grubik
hwahahaha… saya dulu pernah mas. waktu sma.
kalo kuliah… boro boro beasiswa, berangkat kuliah aja angin2an.
dq pernah ngalamin kejadian spt itu mas
taun 2001 lalu, saat masih bertugas di “ujung tombak”, dq pernah “diintervensi” oleh 2 org warga krn dq gak bsedia neken surat ket ahli waris.
2 org warga yg dateng itu adalah bagian dari 5 orang ahli waris syah, tp karena “keserakahan”, mrk gak melibatkan 3 org saudara kandungnya yg lain.
Alhasil dq “terpaksa” bersikap “tegas” kepada mereka..
Saya sangat sependapat dengan sikap mas…!!!
@Nyante Aza Lae
sepakat mas… apalagi urusan warisan kaya gitu.
dilematis juga ya mas….
apa pun itu semoga yang terbaik buat semua..
@sibaho
amien
Bagus..Bagus.. ANdaikan setiap pejabat bersikap seperti abdee, dijamin biaya pembuatan ktp cuma 3000 perak, tidak spt sekarang, 350rebu
@khairuddin syach
Bang, di tempat saya KTP 3rb Perak, KK 1 rb perak…. Sesuai Perda.
Asal gak lewat Calo… dan perda terbaru belum keluar.
bila dibudayakan bahaya, makanya kadang perlu idealis, walau sapa sih yang ga ngiler dapet segepok uang
@yudi
belum sempat ngeluarkan. cuma nawari. tapi gak sampe segepok.
hihihi, tragis deh, minta beasiswa tapi berani ngasih ‘pelicin’. lha daripada buat begitu mendingan tuh duit dipake mbayar kuliah sendiri to. walahalah, agus agus… gak mudeng aku.
@hanin
hahahaha…..mbaless.
Jadi dilema… mo bantu juga salah, ga bantu juga jadi masalah. Tapi prosedur memang harus dilaksanakan Mas. Salut deh!
@Upik
soal prosedur ini yang kadang bikin saya harus liat orang berwajah masam…
mas udah benerkok, gak salah
emang kita kalo lagi kepepet suka cari celah2 kok mas :p
@puputs
iya…. udah umum kali ya.
Wedew… gimana yah…
biar bagaimana peraturan adalah peraturan
@Uchan
ya… itulah dilema yang kadang saya hadapi.
Saya suka orang2 yang mampu mempertahankan idealismenya
Semangat
@achoey
Semangat !!!
“Oke, saya tanda tangani, tapi saya dapat 25% ya,” itu jawaban dari saya kalau dipaksa tanda tangan
@Dony Alfan
hehehehe…. 25% tapi bisa kehilangan jabatan.
hm…sukurlah masih ada yang seperti mas ini. eh, mas, aku mo nanya, emang kalo surat keterangan domisili itu bayar yah ? heehehe
http://frozenmenye2.wordpress.com/2009/02/20/sk-domisili-gratis-nyampah/
@frozzy
di tempat saya tidak.
*tepuk2 pundak mas abdee*
tabahkan hatimu…
@Masih Fa
trima kasih.. aku orang yang rela menolong dan tabah kok mbak..
Mapku kok ora diprikso-prikso Mas…
Aku wis ngenteni dari tadi lho…
hahaha… aku alhamdulillah seallu sukses kalau nyari beasiswa… maklum rumahnya masih deket dengan surabaya… nganjuk suroboyo mulih mben minggu iso.. hahaha…
mas, kalo dari pengumuman beasiswanya sendiri kira2 gimana?
kadang dari mahasiswa yang kami bantu, tidak mendapat akses informasi yang seharusnya. misalnya ketika pengumuman keluar, dua hari lagi semua berkas harus dikumpulkan. kan terlalu mepet.
lalu, penyebaran info beasiswa sendiri apa sudah optimal? soalnya sekarang di kampus kami sedang marak aksi menolak kenaikan SPP dan uang gedung, tapi tidak ada jaminan kemudahan birokrasi dan transparansi beasiswa. *sebut saja administrasi mahasiswanya uda beres dan ngga ada masalah seperti contoh di postingan njenengan*
gimana ya, mas? kadang saya suka sebel ada pejabat yang ngga mau transparan soal beasiswa.
salam kenal^^
huhuhuhuhu…saya pengin dpt beasiswa gimana iah..selalu nggak masuk kalo ikutan beasiswa..hmm..kira” resepnya apa iah..biar bisa dapet..hehehehe^^
mari berkawand..
mampir iah..
http://pelangiituaku.wordpress.com
Kemana ajah Fer?? Katanya mau merit yach?
Teman2 yang perlu info beasiswa terbaru yang di update harian silahkan kunungi blog di bawah ini:
http://beasiswa-net.blogspot.com/
semoga bermanfaat