Balada KTP Tembak Buat Naik Haji November 11, 2008
Posted by Abdee in Apa Kata Mereka.Tags: haji, KTP, PNS, PNS Nakal
trackback
Beberapa hari terakhir adalah hari-hari pamitan haji bagi calon jemaah haji tahun 2008. Acaranya biasanya diisi dengan pengajian dan makan-makan yang enak & tak perlu amplop sumbangan. Di lingkungan kerjaku, Pak Susilo, si bos besar, menyelenggarakan juga acara Pamitan Haji. Di acara tersebut, saya mendapatkan sebuah cerita dari seorang teman.
***
Cerita terjadi tahun lalu saat sang teman yang sedang lembur sebagai operator komputer kependudukan didatangi seorang ibu dan anaknya yang berpakaian rapi, cantik, serta wangi. Singkat cerita, si anak berniat membiayai perjalanan haji sang ibu tahun ini. Akan tetapi, karena ada aturan kuota haji tiap daerah, maka mereka masuk daftar tunggu ibadah haji dan baru akan berangkat haji beberapa tahun ke depan.
Demi menghindari daftar tunggu yang panjang, mereka bermaksud berangkat haji dari daerah yang daftar tunggu hajinya lebih singkat. Hal tersebut tentu saja membutuhkan akal-akalan pembuatan KTP dari daerah tersebut. Nah, teman saya pun dibujuk agar mau membuatkan KTP tembak untuk pendaftaran haji. Mereka sanggup membayar KTP tersebut berapapun yang diminta.
Karena tak berani mengambil keputusan, maka teman saya menyarankan untuk menelpon Kepala Kantornya. Setelah pembicaraan via telpon, Kepala Kantor sepakat membantu membuatkan KTP, tetapi Kepala Kantor yang kebetulan juga calon jemaah haji, menolak pemberian uang dari ibu tersebut.
Hari berganti, saat si anak yang tetap cantik dan wangi kembali datang dan langsung menghadap Kepala Kantor. Singkat kata, si anak ternyata bekerja di sebuah Biro Perjalanan Haji dan menawarkan kerjasama pembuatan 50 KTP untuk keperluan haji. Namun, Kepala Kantor memilih menolak dengan berbagai pertimbangan.
Setelah bertanya pada Mbah Google, beberapa situs menyebutkan bahwa Syariat Islam tidak membenarkan prinsip apa yang disebut al-ghayah tubarrirul wasilah (untuk mencapai tujuan, cara apapun dibenarkan). Islam menginginkan suatu tujuan yang suci, harus ditempuh dengan cara yang suci juga. Jadi bagaimanakah hukum Ibadah Haji menggunakan cara akal-akalan tersebut ?
***
Acara pamitan haji si Bos Besar kemarin ditutup dengan mendoakan si Bos Besar dan seluruh Jamaah Haji Indonesia baik yang ber KTP tembak maupun bukan menjadi Haji yang Mabrur. Semoga. Amiin.

Amiiin
sipz…keep istiqomah ya Pak/Mas
@cebong ipiet
amiin
wah, nek terjadi apa2 trus dicari ke daerah “tembak”nya lak yo mesakne tenan tho…ra bakal nemu ibu beranak cantik wangi tsb…hihihih
@mbadeni
iyah…. teman saya dari Dinas Kesehatan habis pulang haji suruh ngecek ke rumah pasca haji… jg sering bingung.
berarti si ibu tadi ga jadi naik haji ya??
terus? intine opo? btw, kok koe langganan kumpulblogger to mas. Mbok nganggo adsensecamp.com juga. Itung2 membantu teman
oh iyo deng. koe nggo subdomain wordpress.com wakakkakakakaka. raiso
Yaa, semoga aja ttp jadi haji yg mabrur walopun ktpnya nembak..
Amin….:D
kalo aku punya 2 sim, dua-duanya nembak
wah ktp bisa di tembak juga ya
Hebat juga tu kepala kantornya.. nek kepala kantor e kowe mesti mbok tompo to bro? wkkeekkek
owalaah… ini ndak ada kesimpulannya… bikin penasaran.. apa ceritanya bersambung ya???
amin
ah begitu juga ya mas lika likunya pingin naik haji
kapan kita nyusul mas hehehe tapi dengan KTP yang tak nembak
semoga si bos besar menjadi haji yg mabrur.. amin.
mengenai KTP menurut sy gk bener, bagaimana kita mengahsilkan sesuatu yang berkah, klo mulainya aja dgn cr yg kurang baik.
salam kenal.
Nembaknya KTP arab aja skalian,biar tiap thn bs naik haji.ga ush ngantri lg.
hmm.. lalu bagaimana juga hukumnya org yang naik haji dengan uang hasil korupsi?
*ngelindur*
kalo saya berprinsip begini DEE:

Yang disogok dan menyogok, sama2 masuk neraka. so sy ga mau sogok menyogok, kecuali nyogok istri saya utk tidak marah malam ini krn saya pulang malam lantaran habis ngeceng di Mall
Piss Dee
kira-kira ibadah hajinya sah nggak yaw???
ter….la….lu….!
sama saja sedekah dengan duit korupsi !
iya to, bro ?
Kesimpulan:
utk bisa ‘tembak KTP’ hrs berpakaian rapi, wangi, en berparas cantik.
sayang ya, kalo niat suci ternoda sedikit kekhilafan seperti itu…
he he he, di kasih hati, minta jantung .. duh duh duh …
wah betul itu jangan dipaksakan ibadah suci dengan kekotoran secuilpun…
Kalau masang foto yang bukan fotonya sendiri di profil itu bertentangan dengan syariat apa ndak ya…
Daftarkan blog anda dalam Lomba blog berhadiah total 10 juta +handphone+speedy gratis. info lihat di http://www.audiochute.com
Itu pastinya hanya dilakukan oleh orang yang terbiasa menghalalkan segala cara, lagian dia juga berfikir gini: ‘Ini kan ihktiar’ halaaah halaaaahhhh susah kalau sudah mendarah daging.
Sampai tanah suci juga, paling-paling yang di doakan; minta kaya, laris dagangannya.
Astaghfirullah, saya gak mau berprasangka lebih jauh lah, takut kemakan omongan sendiri, hehehe
Mudah2an yg haji pada mabrur
salam kenal
Hehehe….
Salut atas prinsipnya…
huaaaaaaaaaaaaaa..msh ada ya..????
tapi,emang godaanya itu beraatttt..nah,disitulah nilai seninya..kekkeke
kalo ditawari jadi haji abidin mau gak??? (haji atas biaya dinas)
hehehehehe…
saya juga pernah denger cerita ada org yang pengen haji ngepalsuin data kalo dia dah pernah haji karena pengen banget haji buat kedua kali
Memang parah sich keadaan sekarang… Semoga amalnya tetap diterima disana walau harus nembak KTP… Jadi harus mohon ampun disana
hehehe…
tulisan terbaruku : DAPIL NERAKA
Teman sohibku, bertempat tinggal di ciganjur jaksel, ibunya akhirnya mendaftar di daerah Garut utk keberangkatan tahun 2009. Krn jatah utk Jakarta bisa didapat tahun 2011.
Bener2 nyata kisah ini Dee
mas, update mas
*nggaya*
jadi inget dah 2 taun nggak pu ktp
Hiya mestinya niat yang baik dilaksanakan dengan cara yang baik pula. Mungkin ini salah satu akibat dari beberapa orang yang menganggap haji bukan hanya ibadah, namun untuk mengangkat status sosialnya di masyarakat.
..
..
Jadinya ya…… semua cara dihalalkan saja!
banyak cerita memang mengenai melaksanakan haji dengan ktp dadakan seperti ini. seperti di beberapa daerah : klaten, boyolali, sragen, dst. sampai-sampai untuk tahun kemarin gubernur baru itu harus turun tangan dan turun kaki.
sebenarnya dari dulu juga memang sudah begitu, namun akhir akhir ini mencuat ke permukaan ya karena ada orang yang mulai membisniskan seperti yang diatas tadi. la opo tumon wong seket langsung makbrul dari alamat yang sama. yo ra wangun blas to mas.
desone lak yo sugeh-sugeh temen.
untuk pindah tempat dan memperoleh ktp, asal mengikuti prosedur perpindahan tempat dengan benar, dan berbaik-baik dengan pak camat, pak lurah, pak rt, pak rw alamat setempat saya kira ndak masalah.
dan kalo hajinya selesai, ya cabut lagi status ktp alamat baru tadi, dan pindah ke alamat yang lama.
la kecuali memang ada orang yang kemaruk, serakah, yang pengin memperoleh keuntungan besar dari celah ini.
Yah, memang perlu orang2 seperti njenengan dan kepala kantor yang pegang prinsip utk bisa menghapus tawaran2 KKN seperti itu.
memang banyak yang sinis dan pesimis, tapi lakukan saja apa yang kita bisa, walaupun ‘tampaknya’ itu seperti nguyahi segoro, tapi di mata Tuhan tidak seperti itu.
Lakukan kebaikan, walaupun itu sekecil butir pasir. Amin.