Balada Lebaran Milik Siapa? Oktober 4, 2008
Posted by Abdee in Jogjaku Jogjamu.Tags: kriminal, lebaran, pencuri
trackback
Lebaran bukanlah milik orang yang memiliki baju baru, pacar baru, makanan enak ataupun uang yang banyak. Lebaran adalah milik orang yang bertambah iman dan taqwanya. Kira-kira begitulah khotbah sholat Jum’at pada minggu terakhir puasa kemarin.
Khotib berusaha mengingatkan jamaah agar tidak larut dalam hirukpikuk persiapan lebaran yang selalu identik dengan baju, makanan, dan ujung-ujungnya uang. Padahal cari uang sekarang makin susah. Khotbah tersebut paling tidak menghibur saya dan juga para PNS lainnya yang setiap tahun tidak mendapatkan THR.
Namun, sayangnya tak semua mendengar khotbah tersebut. Paling tidak itulah yang dialami oleh tiga lelaki yang gelisah tak punya uang sementara kebutuhan lebaran semakin mendesak. Di tengah kekalutan, mereka kemudian berniat mencuri kabel penangkal petir menara BTS tak jauh dari kantorku. Rencananya kabel akan dijual kepada pengepul rongsokan.
Persiapan dirancang sematang mungkin. Waktu dipilih pada tengah malam saat warga sekitar tengah tidur untuk persiapan sahur. Dua orang bertugas memanjat serta memotong kabel, sementara satu orang berjaga di bawah dan bertugas menggulung kabel yang sudah terpotong.
Akhirnya, pada tengah malam mereka kemudian beraksi. Baru separo jalan mereka memanjat, tiba-tiba ada warga yang memergoki aksi mereka. Yang bertugas di bawah segera lari tunggang langgang. Sementara dua orang yang memanjat bukannya turun, malah naik hingga ke puncak menara setinggi 70 meter tersebut.
Akhirnya, puluhan warga datang dan menunggu mereka di bawah. Ada yang menggelar tikar, dan malah main kartu. Sebagian lagi rebahan sambil memandang langit yang penuh bintang dan pencuri malang. Warga pun makan sahur rame-rame sambil menunggu kedua pencuri yang kedinginan di terpa angin malam di atas menara. Mereka baru turun pada pukul tujuh pagi setelah sepasukan polisi mengamankan lokasi. Ah…. Lebaran memang bukan milik mereka.

jadi gak enak sebagai PNS tetep menerima THR hasil korupsi berjamaah
semua kejar setoran demi lebaran!
wekekekekek!
hemmm…. jadi bersyukur masih bisa menikmati ketupat dan opor ayam di rumah saat lebaran kali ini
lebaran emang tega…
kalo tiga orang itu emang profesinya maling, mau lebaran atau bukan pasti tetep nyolong hehehe
TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM TAQABBAL YA KARIM. MINAL AIDIN WAL FAIZIN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN YAAAA…. MULAI DARI NOL YA… HE..HE…
PNS PNS …..
Wuhhhh..
Mohon Maaf lahir batin …
aku juga ga dapet THR dari apbd, tapi untungnya dapet dari suami yang bukan PNS
dan, aku juga ga belanja baju, karena bajukuk masih banyak
dan ga belanja kue2 dan makanan, karena aku lebaran di rumah ortu dan mertua, dan di rumah keduanya sudah banjir makanan…
alhamdulillah daku dapet tuh walau tak dapat yang kuharapkan
tapi gpp deehh ambil hikmahnya aja n’ tetap terus ber syukur
ALHAMDUUULILLAAAAAAHH…..
Taqoballahu Minna Waminkum Taqobbal ya kariiiiimm ….
Maaf Lahir Bathin Yaacchh….
wow, sampai-sampai karena buth duwit buat lebaran, segala macam hal (halallan toyyibah maupun tidak) dilakukan…
Emang tuh maling pancen profesional, ga kenal musim hehehe
Btw di foto blogku, Xtravagansa, paling depan emang kang Faris. Tx, c u anytime. Maaf lair batin
terus koe kok iso bebas piye mas? nyogok neng pengadilan yo
ada ada saja nyuri kabel di menara saya juga kesal dengan cara mereka menyambut lebaran karena saya juga kecurian grounding dan beberapa accu di bts heheheh
selamat beraktifitas kembali
Sungguh kasihan dengan tiga laki-laki itu. Tapi apa mau dikata hukum tetap harus ditegakkan. Tangan yang mencincang bahu yang memikul.
wah abis lebaran dollar menembus angka Rp. 12.000!
–menatap jalan gersang ke depan sebagai PNS–
Lebaran milik semua
-termasuk PNS, pencuri, koruptor atau maling-
hehehehe
*mengajukan pertanyaan yang sama dg phery*
–kaburr–
hehe
Haha malinge pinter, nunggu polisi dulu baru turun.. nek ora ajurr